Mengenal Lebih Dekat Air Kemasan yang Kita Temui Sehari‐hari
Halo pembaca setia blog — kali ini kita ngobrol tentang sesuatu yang sangat dekat dengan kita semua: air kemasan. Ya, sekotak botol/galon air minum yang sering kita ambil di warung, minimarket, atau kios di sekitar rumah.
Tapi … tahukah kita bahwa “air kemasan” itu tidak selalu sama satu dengan yang lainnya? Ada beberapa jenis yang berbeda, yaitu: air mineral, air demineral, dan air dengan pH tinggi (alkali). Yuk kita bahas dengan santai tapi tetap serius agar kita makin bijak memilih.
1. Apa Saja Jenis‐Jenisnya?
a) Air Mineral
-
Ini adalah air minum dalam kemasan (AMDK) yang bersumber dari mata air alami, misalnya pegunungan. (detikHealth)
-
Air mineral mempunyai kandungan mineral alami seperti kalsium, magnesium, natrium, kalium. (Hello Sehat)
-
Kisaran pH air mineral umumnya sekitar 6 hingga 8,5. (Hello Sehat)
-
Keunggulannya: karena ada mineral, bisa membantu fungsi tubuh yang membutuhkan elektrolit atau mineral. (Hello Sehat)
b) Air Demineral
-
“Demi-” artinya menghapus/minimalisir — jadi air yang telah melalui proses seperti distilasi, deionisasi, atau reverse osmosis untuk menghilangkan sebagian besar atau hampir semua mineral. (Hello Sehat)
-
Karena kandungan mineralnya sangat rendah atau hampir tidak ada, maka rasa air demineral bisa terasa lebih “netral/hambar”. (Hello Sehat)
-
Kisaran pH untuk air demineral sering disebut antara 5,0 hingga 7,5. (Hello Sehat)
-
Catatan: Meskipun aman diminum, penggunaan jangka panjang sebagai satu‐satunya sumber cairan/minum perlu diperhatikan karena tubuh juga butuh mineral. (Hello Sehat)
c) Air pH Tinggi (Air Alkali)
-
Jenis yang sekarang makin sering muncul di pasaran: air yang diklaim memiliki pH lebih tinggi dari air “biasa” (basa) melalui proses seperti ionisasi atau elektrolisis. (Minum Vit)
-
Kisaran pH untuk air alkali bisa sekitar 8,5 sampai 9,9 atau bahkan lebih, tergantung brand. (Hello Sehat)
-
Klaim manfaatnya: dapat membantu tubuh karena “lebih basa”, tapi perlu kita pahami bahwa bukti ilmiahnya belum sepenuhnya kuat untuk semua manfaat yang diklaim. (Hello Sehat)
2. Bagus Mana? Mana yang Harus Kita Pilih?
Sekarang kita bahas dengan gaya ringan tapi tetap berbobot:
-
Jika kamu mencari air kemasan untuk konsumsi sehari‐hari dan ingin “aman”, maka air mineral adalah pilihan yang paling direkomendasikan. Karena mineralnya ada dan pHnya juga dalam rentang normal.
-
Air demineral bisa digunakan, terutama saat kita merasa butuh air yang “murni” atau untuk kondisi khusus, tapi kalau digunakan terus-menerus tanpa suplai mineral dari makanan/minuman lain, bisa jadi kurang ideal.
-
Air alkali boleh jadi pilihan tambahan atau untuk variasi, tapi jangan berpikir bahwa air alkali adalah “pengganti makanan/mineral” atau satu‐satunya yang terbaik. Kondisi tubuh, kebutuhan individu, dan gaya hidup juga sangat berpengaruh.
-
Yang paling penting: pastikan kemasan air yang dibeli bersertifikat resmi, tidak mengandung bau atau rasa aneh, dan disimpan dengan benar.
3. Tips Memilih & Menggunakan Air Kemasan dengan Bijak
-
Baca label kemasan: Apakah tertulis “Air Mineral”, “Air Demineral”, atau “Air Alkali / pH Tinggi”?
-
Cek izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau standar yang berlaku.
-
Simpan kemasan di tempat yang sejuk, terhindar dari panas langsung (karena panas bisa mempengaruhi kemasan/plastik) dan hindari paparan sinar matahari langsung.
-
Minumlah jumlah yang cukup tiap hari (misalnya sekitar 1,5–2 liter atau lebih tergantung aktivitas & cuaca).
-
Jika punya kondisi kesehatan khusus (misalnya ginjal, jantung, diet khusus), diskusikan dengan profesional kesehatan tentang jenis air yang paling cocok untukmu.
4. Kesimpulan
Jadi, singkatnya:
-
Air mineral = aman untuk konsumsi rutin, dengan mineral alami.
-
Air demineral = air “hampir tanpa mineral”, cocok untuk kondisi tertentu tapi mungkin kurang ideal sebagai satu‐satunya sumber air minum jangka panjang.
-
Air pH tinggi (alkali) = pilihan tambahan, tapi bukan “obat ajaib”, tetap perlu dikombinasikan dengan pola hidup sehat.
-
Yang paling utama: air yang jernih, tidak berasa atau berbau aneh, disimpan dengan benar, dan digunakan sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Sumber Informasi
-
“Beda dari Air Mineral, Ketahui Air Demineral dan Risikonya” – HelloSehat. (Hello Sehat)
-
“Air Mineral, Demineral dan Alkali: Serupa tapi Tak Sama” – WRP. (WRP)
-
“Memilih Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang Layak” – HelloSehat. (Hello Sehat)
-
“Kenali Perbedaan Air Alkali dan Air Mineral Biasa” – VIT. (Minum Vit)
-
“Air Mineral vs Air Demineral: Sama‐sama Air Minum, Apa Sih Bedanya?” – detikHealth. (detikHealth)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar