Halo, Sobat Bahasa dan Netizen Cerdas!
Pernah merasa haus, lalu setelah minum air segar, tenggorokan langsung terasa lega dan nyaman? Nah, momen itu sering membuat kita bingung. Kalau lapar lawan katanya kenyang, lalu apa dong lawan kata dari haus? Sampai saat ini, kita sering menyebutnya "sudah tidak haus." Terlalu panjang, kan?
Kabar gembira datang dari dunia maya. Berkat kreativitas generasi Z dan influencer, kini ada kata resmi yang bisa kita pakai: Galgah!
Ya, kata yang sempat viral di media sosial ini kini telah diakui dan dicatat secara resmi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi pembaruan terbaru. Bagaimana kata yang awalnya dianggap "bahasa gaul" ini bisa menembus benteng kosakata resmi negara? Yuk, kita bedah prosesnya!
1. Apa Itu 'Galgah'? Definisi Resmi KBBI
Menurut KBBI VI Daring (Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi keenam dalam jaringan) yang dikelola oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, arti kata Galgah adalah:
gal.gah /galgah/ a (sudah) lega atau segar kerongkongan karena minum; tidak dahaga; palum.
Keterangan Penting:
Kelas Kata: Adjektiva (a), atau kata sifat. Artinya, ia berfungsi menerangkan kondisi (misalnya, kerongkonganku sudah galgah).
Lawan Kata (Antonim) Haus: Selain Galgah, KBBI juga mencatat kata Palum yang memiliki makna serupa, yaitu "sudah puas minum" atau "hilang rasa haus." Dengan hadirnya Galgah, pilihan kita semakin kaya.
2. Bagaimana 'Galgah' Bisa Masuk KBBI? Kisah dari Medsos
Masuknya "Galgah" ke KBBI ini adalah contoh nyata bagaimana bahasa terus berevolusi, dipengaruhi oleh kreativitas penuturnya, khususnya generasi muda.
A. Dicetuskan oleh Kreator Konten
Kata 'Galgah' pertama kali dicetuskan dan dipopulerkan oleh seorang kreator konten dan penyanyi, Bunga Reyza. Bunga berargumen bahwa bahasa Indonesia perlu memiliki padanan kata yang ringkas dan ekspresif sebagai lawan dari "haus." Kata "Galgah" sendiri, menurut penjelasan Badan Bahasa, merupakan jenis kata onomatope, yaitu tiruan bunyi atau kata yang lahir dari kreativitas penuturnya dan tidak memiliki akar etimologi tertentu.
B. Proses Resmi Penyerapan
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Bapak Hafidz Muksin, menjelaskan bahwa proses masuknya kata-kata baru, termasuk yang berasal dari media sosial, melibatkan tahapan serius:
Pengajuan Awal: Kata 'Galgah' diajukan oleh editor eksternal KBBI setelah kata tersebut muncul dan didiskusikan secara luas di ranah publik (misalnya, di grup Klinik Bahasa).
Frekuensi Penggunaan: Redaksi KBBI memiliki kebijakan untuk mencatat semua fakta kebahasaan yang digunakan secara nyata dan memiliki frekuensi penggunaan yang tinggi di masyarakat, baik itu formal maupun informal. Popularitas masif "Galgah" di kalangan Gen Z dan media sosial menjadi alasan kuat pengakuan ini.
Verifikasi dan Perekaman: Setelah diverifikasi dan dipastikan memiliki konsep makna yang jelas dan dibutuhkan, kata tersebut resmi dicatat sebagai kosakata baru dalam KBBI.
Ini membuktikan bahwa KBBI sangat dinamis dan terbuka terhadap perkembangan bahasa yang hidup di masyarakat, termasuk yang lahir dari kreativitas digital.
3. Sumber Resmi Informasi
Untuk mengecek kebenaran dan definisi kata "Galgah" serta kosakata bahasa Indonesia lainnya secara langsung, Anda dapat mengunjungi laman resmi KBBI Daring:
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring (Resmi):
https://kbbi.kemdikbud.go.id/ (Silakan ketik "galgah" di kolom pencarian untuk melihat entri resminya).
Penutup
Jadi, mulai sekarang, kalau Anda sudah tidak haus, Anda bisa dengan percaya diri menggunakan kata "Galgah".
Kisah "Galgah" adalah pengingat penting: Bahasa Indonesia adalah bahasa yang hidup. Kreativitas kita, sekecil apa pun, mampu memberikan kontribusi signifikan dalam memperkaya khazanah bahasa nasional kita. Teruslah berkreasi dan berbahasa dengan bangga!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar